Rindu Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan, teman-teman blogger sebentar lagi kita akan memasuki Ramadhan 1430 Hijriah. Di bulan yang mulia nanti (Insya Allah mempertemukan kembali...amin), di mana kita harus siap menjalani ragam ibadah salah satunya puasa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menegaskan bahwa puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang menjadi pilar agama ini. Nabi saw. bersabda: "Islam dibangun di atas lima pilar: Kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan salat, membayar zakat, puasa Ramadan, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu menempuh perjalanannya".

Karena pentingnya puasa, tingginya kedudukan, dan besarnya manfaat bagi jasmani dan mental itulah Allah mewajibkan puasa kepada manusia melalui ajaran Islam. Juga, melalui ajaran-ajaran samawi terdahulu, sebelum Islam. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla:
"Hai orang-orang beriman! Puasa diwajibkan atasmu sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa" (QS. al-Baqarah/2: 183)

Teman-teman sebenarnya saya dalam sedang mempersiapkan tema sesuai headline rindu ramadhan, namun karena belum rampung.. Maka untuk mengobati rasa penasaran saya tampilkan informasi jadwal puasa Ramadhan 1430 Hijriah yang saya kumpulkan dari blog sahabat blogger Indonesia. Jika teman-teman tertarik silakan tuju link download berikut:
Dari beberapa blog ini, info imsyakiyah hanya berbeda format (pdf & xls) dan kita sebagai blogger sangat terbantu sekali. Untuk jadwal imsyakiyah resmi dan penentuan 1 Ramadhan 1430 masih menunggu ketetapan sidang itsbat Pemerintah R.I. Selamat mendownload :) 
STOP PRESS!!! Update 18 Rajab 1430 H, download Jadwal Ramadhan 1430 H Kota Palembang versi pakarfisika, versi masbadar, versi thinkfaris
[Ditulis oleh : Cekyan 7/09 Tulisan Al-Quran:www.dudung.net/quran-online]
READ MORE - Rindu Ramadhan

Jangan Bersedih Karena Rezeki Sulit


Mengutip tulisan Muhammad Nuh (dakwatuna.com) "Rezeki dalam kehidupan manusia persis seperti air hujan terhadap tanaman. Ketika curah hujan cukup, tanaman pun kian menghijau, berbunga, dan akhirnya menghasilkan buah. Bedanya dengan tanaman, manusia mestinya tak perlu layu ketika rezeki tak kunjung turun."

Nah ngomongin masalah rezeki pastinya panjang lebar, mungkin nggak muat kalo diposting dalam satu tulisan saja. Tentunya kita sebagai hamba-Nya berusaha mencari rezeki setiap harinya, agar mendapat rezeki yang halal dan barokah. Barokah maksudnya apabila hasil yang kita dapat bernilai ibadah dan barokah di mata Allah sehingga bisa memenuhi kebutuhan, dan bermanfaat dunia dan akhirat. Namun bagi saya sendiri sudah 2 bulan belakangan ini, sepertinya jalan untuk mencari rezeki terganjal sedikit rintangan. Beberapa pekerjaan yang sudah deal dan ready (mengingat pekerjaan saya sebagai freelance desain), tiba-tiba terganjal masalah dan batal. Termasuk pekerjaan yang sudah setengah jalan, dengan alasan yang membuat bingung ?? dimundurkan...

Tentunya hal ini membuat hati saya bersedih...hanya pada-Mu Ya Rabb hamba serahkan masalah ini. Terkait dengan probem rezeki dan sesuai headline postingan kali ini saya mau berbagi buat teman-teman blogger "jangan bersedih". Simaklah apa yang ditulis
DR. Aidh Al-Qarni dalam karyanya La Tahzan Jangan Bersedih... 

Yang memberi rezeki itu hanya satu, Allah Swt. Seluruh rezeki hamba itu berada di sisi-Nya, dan Dia telah mengatur semua itu. Sebagaimana Allah berfirman:
 ”Dan, di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu,” (QS. Adz-Dzariyat: 22).

Jika kita tahu dan yakin bahwa yang memberikan rezeki itu adalah Allah Swt, maka mengapa kita harus menjilat, melakukan korupsi, dan menerima suap yang pada akhirnya itu merendahkan harga diri di hadapan orang lain hanya karena ingin memperoleh rezeki dari sesama manusia? Bukankah mereka juga mendapatkan rezeki juga dari Allah Swt? Allah Swt berfirman:
 ”Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezeki,” (QS. Hud: 6).

Dalam firman-Nya tersebut sudah sangat jelas bahwa Allah Swt akan memberikan rezeki kepada makhluk-Nya di muka bumi ini, tidak hanya manusia bahkan binatang melatapun mendapatkan rezeki sesuai yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Ini berarti kita tidak perlu khawatir akan rezeki yang akan kita peroleh selama kita berusaha untuk mendapatkannya. Sebagaiman firman Allah Swt:
”Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang Allah tahan maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu,” (QS. Fathir:2)

Nah begitu kutipan yang saya petik dari
La Tahzan Jangan Bersedih karya  DR. Aidh Al-Qarni. Buat teman-teman yang tertarik tentang kompleksnya masalah rezeki ini bisa membaca tulisan AA Gym "Penyumbat Saluran Rezeki" . Wallahu A’lam Bis showab semoga postingan ini bermanfaat.


[Ditulis oleh : Cekyan 7/09, Al Quran: Dudung.net]
READ MORE - Jangan Bersedih Karena Rezeki Sulit

40 Hadist Arbain, Simak, Hafalkan dan Amalkan

Postingan kali ini tentang Hadits Arba'in. 40 Hadist Arba'in adalah kumpulan hadits-hadits yang disusun oleh Imam An-Nawawi yang tidak asing lagi di kalangan kaum muslimin. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang sudah menghafalnya. Nah, buat menunjang hafalan Hadist Arba'in ini, teman-teman bisa meng-klik link download yang saya copas dari radio hang106fm.
Insya Allah postingan ini bermanfaat, nah buat kamu yang tertarik tengan pembahasan Hadist Arba'in ini ulasannya hadist pertama:
الحــديث الأول
HADITS PERTAMA
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]
  Arti Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang. 
Catatan :
Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.
Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).
Pelajaran yang terdapat dalam Hadits / الفوائد من الحديث :
Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.
Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Tertarik? tertarik tentang Hadist Arba'in bisa klik lanjutannya di sini sedang untuk versi pdf kamu bisa download lanngsung dari islamhouse.  
[Ditulis oleh : Cekyan 7/09, Link Download Hadist Arba'in: http://downloads.hangfm.com/  Materi Hadist Arba'in:http://www.geocities.com/mediamusliminfo/hadits_arbain/index.htm]
READ MORE - 40 Hadist Arbain, Simak, Hafalkan dan Amalkan

Lantunan Murottal, Subhanallah Cantik Suaranya

Bulan ini baru sempat online, googling di google ... ana nggak sengaja ketemu sama moruttal qori Indonesia, namanya Abu Usamah. Subhanallah, suaranya cantik, merdu banget...pertama dengar jadi trus di ulang. Teman-teman di Bogor pastinya udah akrab sama Ustadz Abu Usamah, soalnya beliau aktif di radiorodja. Nah buat tertarik buat dengerin murottal beliau berikut link yang bisa kamu tuju:

icon for podpress  ZIP - Surat 067-076 (30 MB): Download
icon for podpress  ZIP - Surat 077 (2.41 MB): Download
icon for podpress  Untuk Download terpisah (surat 67-76): Download
icon for podpress  Untuk Download terpisah (surat 77): Download
icon for podpress  ZIP - Abu Usamah Juz 30 (ayat 101-482 KB) : Download
icon for podpress  Untuk Download terpisah (surat 78-114): Download
icon for podpress  Untuk Download terpisah (surat 101): Download
Untuk tautan alternatif bisa diklik di sini. Selamat men-download semoga bermanfaat. Insya Allah postingan berikutnya download murottal qori  internasional.
[Ditulis oleh : Cekyan 7/09, Murottal Al Quran: http://www.radiorodja.com/]
READ MORE - Lantunan Murottal, Subhanallah Cantik Suaranya

Tentara Allah Bernama Lalat

Apa yang tidak mungkin bagi Allah Ta’ala. Semua yang ada di alam semesta ini adalah milikNya. Apapun yang bertebaran di jagad raya ini adalah makhlukNya. Dalam kekuasaanNya. Ia Maha kuasa melakukan apa saja yang ia kehendaki terhadap mereka. Maka begitu mudah, bahkan terlalu mudah bagi Allah untuk mengubah makhluk yang terlihat sangat lemah menjadi tentara perkasaNya.

Air  di masa Nabi Nuh 'Alaihissalam, tongkat kayu biasa di tangan Nabi Musa 'Alaihissalam, burung-burung kecil di masa pra kelahiran
Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam dan angin saat perang Khandaq terjadi; adalah beberapa contoh nyata "tentara-tentara Allah" yang dikendaki olehNya untuk membantu hamba-hambaNya.

Kisah kali ini adalah tentang tentara Allah yang bernama lalat. Yah, tentang lalat yang menjijikan dan biasanya hanya kita dapati di tempat yang kotor. Namun, ia tetaplah makhluk ciptaan Allah. Kisah ini disebutkan oleh Ibn Hujjat Al Hamawy dalam Tsamarat Al Auraq (1/22).

Pada suatu masa, sang penguasa dinasti Fathimiyyah bernama Al Hakim Al Fathimy membangun sebuah masjid jami' di kota Kairo. Namun pada masa akhir kekuasaannya, ia berubah menjadi seorang penguasa berfikiran menyimpang. Ia mengaku sebagai tuhan. Bahkan dalam surat-suratnya ia menuliskan Bismilhakim Ar Rahman Ar Rahim (Dengan nama Al Hakim yang Maha Rahman dan Rahim) sebagai ganti Bismillah Ar Rahman Ar Rahim. Ia bahkan mengumpulkan rakyatnya untuk mengimani hal itu. Dan memberikan aneka hadiah yang amat berharga demi tujuan itu.

Hingga tibalah masanya musim panas meliputi wilayah tersebut. Dan pada saat itulah, Allah Azza wa Jalla menunjukkan bahwa Dia-lah satu-satunya yang berhak disembah. Melalui makhluk lemah bernama lalat, Allah Ta'ala menunjukkan bahwa hanya Dia satu-satunya yang berhak diyakini sebagai Tuhan yang Maha Kuasa.

Tiba-tiba saja begitu banyak lalat yang mengerubuti sang Al Hakim. Seluruh pengawal dan pelayannya berusaha sekuat tenaga dan dengan segala upaya mengusir lalat-lalat itu dari tibuh sang Al Hakim. Namun tak berguna. Lalat-lalat itu mengerubungi sang "tuhan" takk berdaya itu...

Hingga sekonyong-konyong di saat yang membingungkan itu, seorang qari' membacakan dengan suara yang indah Firman Allah Azza wa Jalla:




[Al-Hajj:73] Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.  




[Al-Hajj:74] Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 

Ayat-ayat ini sekonyong-konyong membuat para pengikut dan rakyat Al Hakim itu terhenyak. Keyakinan mereka menjadi goyah. Ayat-ayat itu seolah-olah senagaja diturunkan untuk mendustakan dan membantah pengakuan sang Al Hakim...Kerumunan lalat itu telah menyadarkan orang banyak akan kebodohan mereka mengikuti seruan sang Al Hakim. Lalat-laat itu benar-benar telah menjadi tentara-tentara Allah. Tidak menyakiti memang, namun "guncangan" nya menggoyahkan kekuasaan sang penguasa...Sang penguasa itu jatuh dari singgasananya. Ia kemudian lari karena khawatir akan dibunuh.

Maka jangan pernah meremehkan kekuasaan Allah. Di TanganNya, segala sesuatu dapat berubah menjadi apa saja yang Ia kehendaki bahkan sebelum mata kita berkedip untuk kedipan selanjutnya atau sebelum jantung kita berdetak untuk detakan selanjutnya...semua dapat berbalik; yang nampak besar dan digdaya dapat segera menjadi lemah tak berdaya; dan yang lemah tak berdaya dapat segera berubah menjadi kuat dan perkasa...bahkan kurang dari hitungan detik...

Waspadalah! Khususnya bagi Anda yang merasa dari berkuasa....

Sahabat blogger, cerita ini saya kutip dari salah satu koleksi perpustakaan pribadi "Pengantin Surga", karya Abul Miqdad Al-Madany, terbitan Mujahid Press. Nah kalau kamu browsing dengan google dengan keyword  'lalat', maka jangan luapa untuk membaca berita.liputan6.com atau kompas dan rujukan tentang serupa bisa didapati di harunyahya.

[Ditulis ulang oleh : Cekyan 6/09, Al Quran: Dudung.net]
READ MORE - Tentara Allah Bernama Lalat

Lalat Jatuh dalam Minuman

Pernah nggak kita mengalami, pas lagi enak minum eh ada lalat yang 'nangkring', di bibir gelas lalu si lalat masuk ke dalam minuman tadi. Apa tindakan yang harus kita lakukan? Membuang minum berikut lalatnya atau nggak jadi minum ??? 

Nah solusi permasalahan ini sudah dicontohkan oleh Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam, beliau bersabda :
Khâlid bin Makhlid menceritakan kepada kami, Sulaimân bin Bilâl menceritakan kepada kami, beliau berkata : ’Utsbah bin Muslim bercerita kepadaku bahwa beliau berkata : ’Ubaid bin Hunain mengabarkan kepadaku bahwa beliau berkata : Aku mendengar Abū Hurairoh Radhiyallâhu ’anhu berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda : ”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”.” [Shahîh al-Bukhârî, bâb Idzâ Waqo’a adz-Dzubâb fî Syarôbi Ahadikum, XI:99, hadîts no. 3073]
Di dalam hadist lainnya, Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda : 
Qutaibah menceritakan kepada kami, Ismâ’îl bin Ja’far menceritakan kepada kami dari ’Utbah bin Muslim Maulâ (mantan budak) Banî Taim dari ’Ubaid bin Hunain Maulâ Banî Zuraiq dari Abu Hurairoh Radhiyallâhu ’anhu, bahwa Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda : ”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam wadah minum kalian, maka celupkanlah seluruh tubuhnya kemudian buanglah, karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat obat dan pada sayap lainnya terdapat penyakit.” [Shahîh al-Bukhârî, bâb Idzâ Waqo’a adz-Dzubâb fîl Inâ`, hâdîts no. 5336, XVIII:79)
Lantas bagaimana tinjauan hadist ini lengkapnya blogger bisa membacanya blog abusalma, sedangkan dalam tulisan lain bisa didapat di blog ervakurniawan. Jadi, kalau kita lagi asyik ngopi atau ngetéh dan tiba-tiba seekor lalat terbang dan masuk dalam ke gelas kita ? Jawabannya sudah jelas bukan. Semoga tulisan yang sedikit mampu mengobarkan semangat kita untuk 'menegakkan sunnah'.
[By: Cekyan 6/09, tulisan dari berbagai sumber, photo: Keith Power, Toowoomba http://www.geocities.com/brisbane_flies/TACHINIDAE.htm]
READ MORE - Lalat Jatuh dalam Minuman

Nikmat Kecil yang Disepelekan Manusia

Ada beberapa nikmat yang dianggap kecil atau disepelekan oleh manusia, sehingga mereka tidak mensyukuri nikmat itu. Diceritakan bahwa seorang arif menemui khalifah, lalu meminta segelas air dan berkata, 
"Wahai Amirul Mu'minin, seandainya engkau dalam kondisi haus dan tidak mendapatkan air di mana pun, kecuali hanya segelas ini, apakah engkau akan menebusnya dengan dunia dan isinya?"
Amirul Mu'minim menjawab,
"Iya."
Kemudian orang arif itu berkata, 
"Minumlah, semoga Allah memberkati kita."
Setelah Amirul Mu'minin meminumnya, orang arif itu kembali bertanya,
"Wahai Amirul Mu'minin, seandainya engkau tidak dapat mengeluarkan air itu dari tubuhmu, kecuali dengan tebusan dunia dan isi-nya, apakah engkau akan melakukannya ?"
 Amirul Mu'minin menjawab,
"Iya."
 Kemudian, orang arif itu berkata,
"Wahai Amirul Mu'minin, sedikit air saja, tidak mampu engkau keluarkan, lalu apa yang menjadi kekuasaanmu?"
Dalam dialog tersebut tergambar bahwa dunia dan isinya tidak berarti jika dibandingkan dengan kenikmatan meminum seteguk air dan kenikmatan dan kenikmatan mengeluarkan-nya dari dalam tubuh.
Cerita ini, saya kutip dari salah satu koleksi buku pribadi "Tarbiyatun Nafs, Mendidik Jiwa Ala Rasulullah", karya Dr. Muhammad Mansur, terbitan Senayan Abadi Publisihing. Semoga kita dapat memetik hikmah dari luasnya lautan ilmu dalam Islam. [By: Cekyan 6/09/ Image:net]
READ MORE - Nikmat Kecil yang Disepelekan Manusia

Amalan-amalan Fithrah

Blogger, Islam adalah agama yang mengatur semua aspek kehidupan umatnya. Termasuk di dalamnya dibahas tentang aspek kebersihan dan kesehatan. Nah, untuk melengkapi tulisan postingan kali ini saya mengutip tulisan dari salwapress.com berikut tulisannya :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam bersabda,

“Lima (amalan) fithrah: (1) mencukur bulu kemaluan, (2) khitan, (3) mencukur kumis, (4) mencabut bulu ketiak, dan (5) memotong kuku.”[1]

Dari Zakaria bin Abi Za'idah, dari Mush'ab bin Syaibah, dari Thalaq bin Habib, dari Ibnuz Zubair, dari 'Aisyah radhiyallahu ‘anhaa, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada sepuluh (amalan) fithrah: (1) mencukur kumis, (2) memanjangkan jenggot, (3) bersiwak, (4) menghirup air ke hidung, (5) memotong kuku, (6) membasuh ruas jari, (7) mencabut bulu ketiak, (8) mencukur bulu kemaluan, dan (9) bersuci dengan air (bercebok).” Lalu Zakaria mengatakan bahwa Mush'ab berkata, ‘Aku lupa yang kesepuluh, mungkin berkumur-kumur.’”[2]


Khitan

Khitan wajib bagi pria maupun wanita karena ia merupakan lambang keislaman seseorang. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada seorang laki-laki yang baru saja memeluk Islam, “Singkirkanlah rambut kekufuran[3] darimu dan berkhitanlah!”[4] Amalan khitan termasuk ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Ibrahim, khaliilur Rahmaan (kekasih Allah) berkhitan setelah berumur delapan puluh tahun.’”[5]


Allah berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, 
"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), ‘Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif (lurus).’ Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb.(QS. An-Nahl: 123)
Dianjurkan mengkhitan pada hari ketujuh setelah hari kelahiran anak.

Dasarnya adalah hadits dari Jabir radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengaqikahi serta mengkhitan al-Hasan dan al-Husain pada hari ketujuh.[6]

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu, ia berkata,

"Tujuh dari perkara-perkara Sunnah untuk bayi pada hari ketujuh adalah memberi nama dan mengkhitan.”[6]


Kedua hadits di atas meskipun mengandung kelemahan, namun masing-masing saling menguatkan. Itu karena asal periwayatan keduanya berbeda. Alasan lain karena pada kedua riwayat tersebut tidak ada (perawi) yang tertuduh.[7]


Memanjangkan Jenggot

Memanjangkan jenggot hukumnya wajib dan mencukurnya adalah haram. Sebab, perbuatan itu termasuk merubah ciptaan Allah. Sedangkan  merubah ciptaan termasuk perbuatan setan yang mengatakan,
“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka me-rubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisaa': 119)

Mencukurnya dikategorikan sebagai perbuatan menyerupai wanita. Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang-orang laki-laki yang menyerupai wanita.[9]

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menyuruh memanjangkannya. Sedangkan perintah, sebagaimana diketahui, menunjukkan kewajiban.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pangkaslah kumis dan panjangkan jenggot. Selisihilah orang-orang majusi!”[10]

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu’anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Selisihilah orang-orang musyrik. Panjangkan jenggot dan potonglah kumis.”[11]

Bersiwak

Bersiwak dianjurkan dalam setiap keadaan. Sunnah ini makin dianjurkan pada keadaan-keadaan berikut:

1. Ketika berwudhu'

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Andai tidak memberatkan umatku, mereka pasti aku perintahkan untuk bersiwak setiap kali berwudhu'.’”[12]


2. Ketika hendak shalat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Andai tidak memberatkan umatku, niscaya aku menyuruh mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” [13]


3. Ketika akan membaca Al-Qur-an

Dari ‘Ali radhiyallahu’anhu,  ia berkata, “Beliau menyuruh kami bersiwak dan berkata, ‘Sesungguhnya bila seorang hamba hendak shalat, maka seorang Malaikat menghampirinya. Ia lalu berdiri di belakangnya untuk mendengar (bacaan) Al-Qur-an. Ia pun mendekat sambil tetap mendengar. Ia terus mendekat hingga ia letakkan mulutnya ke mulut hamba tadi. Ia tidak membaca ayat melainkan ayat tersebut sampai ke perut Malaikat itu.’”[14]

4.    Ketika memasuki rumah

Dari al-Miqdam bin Syarih, dari ayahnya, ia berkata, “Aku bertanya pada ‘Aisyah, ‘Apakah yang pertama kali Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam lakukan saat memasuki rumah?’ Dia berkata, ‘Bersiwak.’”[15]

5.    Sewaktu hendak shalat malam

Dari Khudzaifah radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Dulu, jika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam[16] hendak shalat tahajjud, beliau membersihkan mulut dengan siwak."

Dimakruhkan mencabut uban


Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Janganlah kalian mencabut uban. Karena tidaklah seorang muslim beruban dalam Islam, walaupun sehelai, melainkan ia akan menjadi penerang baginya di hari Kiamat.”[17]
Dibolehkan menyemir uban dengan pacar, inai, atau sejenisnya, namun diharamkan memakai warna hitam

Dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bahan terbaik yang bisa kalian gunakan untuk menyemir uban adalah pacar dan inai.’”[18]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak bersemir, maka selisihilah mereka.’”[19]

Dari Jabir radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Pada hari penaklukan Makkah, Abu Kuhafah dibawa menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Rambut dan jenggotnya telah memutih. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, “Rubahlah (rambut) ini dengan pewarna, tapi hindarilah warna hitam.”[20]

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu’anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pada akhir zaman nanti, akan ada kaum yang bersemir dengan warna hitam hingga seperti tembolok merpati. Mereka itu kelak tidak bisa mencium aroma Surga.”[21] 

Dikutip dari Buku Kitab Thaharah karya DR. Abdul Azhim Badawi

  1. Muttafaq ‘alaih: [Shahiih al-Bukhari (X/334, no. 5889, Fat-hul Baari)], Shahiih Muslim (I/221, no. 257), Sunan Abi Dawud (XI/252, no. 4180, 'Aunul Ma'buud), Sunan at-Tirmidzi (IV/184, no. 2905), Sunan an-Nasa-i (I/14), Sunan Ibni Majah (I/107, no. 292).
  2. Hasan: [Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 182)], Shahiih Muslim (I/223, no. 261), Sunan Abi Dawud (I/79/52, ‘Aunul Ma’buud), Sunan at-Tirmidzi (IV/184, no. 2906), Sunan an-Nasa-i (VIII/126), Sunan Ibni Majah (I/108, no. 293).
  3. Yang dimaksud “rambut kekufuran” adalah gaya rambut yang menjadi ciri khas orang-orang kafir. Lihat ‘Aunul Ma’buud dan Tuhfatul Ahwadzi.-pent.
  4. Hasan: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 1251)], Sunan Abi Dawud (II/20, no. 352, ‘Aunul Ma’buud), al-Baihaqi (I/172).
  5. Muttafaq ‘alaih: [Shahiih al-Bukhari (XI/88, no. 6298, Fat-hul Baari)], Shahiih Muslim (IV/1839, no. 370).
  6. Ath-Thabrani dalam Mu’jamush Shagiir (II/122, no. 891), [Tamaamul Minnah (no. 68)].
  7. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (I/334, no. 562), [Tamaamul Minnah (no. 68)].
  8. Tamaamul Minnah (no. 68).
  9. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 5100)], Shahiih al-Bukhari (X/332, no. 5885, Fat-hul Baari), Sunan at-Tirmidzi (IV/194, no. 2935).
  10. Shahih: [Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 181)], Shahiih Muslim (I/222, no. 260).
  11. Muttafaq ‘alaih: [Shahiih al-Bukhari (X/349, no. 5892, Fat-hul Baari)], Shahiih Muslim (1/222, no. 54, 259).
  12. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 5319)], Ahmad (I/294, no. 171, al-Fat-hur Rabbani).
  13. Muttafaq ‘alaih: [Shahiih Muslim (I/220, no. 252)], Shahiih al-Bukhari (II/374, no. 887, Fat-hul Baari), Sunan at-Tirmidzi (I/18, no. 22), Sunan an-Nasa-i (I/12), hanya saja dalam lafazh al-Bukhari tertulis, “Tiap kali shalat.”
  14. Shahih dengan hadits lain: [Ash-Shahiihah (no. 1213)], al-Baihaqi (I/38).
  15. Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 235)], Shahiih Muslim (I/220, no. 253), Sunan Abi Dawud (I/86, no. 58, ‘Aunul Ma’buud), Sunan Ibni Majah (I/106, no. 290), Sunan an-Nasa-i (I/13).
  16. Muttafaq ‘alaih: [Shahiih Muslim (I/220, no. 255)] lafazh ini milik al-Bukhari, Shahiih al-Bukhari (I/356, no. 245, Fat-hul Baari), Sunan Abi Dawud (I/83, no. 54, ‘Aunul Ma’buud), Sunan an-Nasa-i (I/8). Lafazh mereka bertiga, “Apabila bangun di malam hari.”
  17. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 7463)], Sunan Abi Dawud (XI/256, no. 4184, ‘Aunul Ma’buud), Sunan an-Nasa-i (VIII/136).
  18. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 1546)], Sunan Abi Dawud (XI/259, no. 4187, ‘Aunul Ma’buud), Sunan at-Tirmidzi (III/145, no. 1806), Sunan Ibni Majah (II/1196, no. 3622) dengan lafazh miliknya, Sunan an-Nasa-i (VIII/139).
  19. Muttafaq ‘alaih: [Shahiih al-Bukhari (X/354, no. 5899, Fat-hul Baari)], Shahiih Muslim (III/1663, no. 2103), Sunan Abi Dawud (XI/257, no. 4185, ‘Aunul Ma’buud), Sunan an-Nasa-i (VIII/137).
  20. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 4170), Shahiih Muslim (III/1663, no. 69, 2102), Sunan Abi Dawud (XI/258, no. 4186, ‘Aunul Ma’buud), Sunan an-Nasa-i (VIII/138), Sunan Ibni Majah (II/1197, no. 3624) dengan (lafazh) serupa.
  21. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 8153)], Sunan Abi Dawud (XI/266, no. 4194, ‘Aunul Ma’buud), Sunan an-Nasa-i (VIII/138).
* Tulisan sepenuhnya dikutip dari http://salwapress.com/fiqih/amalan-amalan-fithrah.html sedangkan image diambil dari iluvislam.com * by cekyan 6/09
READ MORE - Amalan-amalan Fithrah

Aku Cinta Indonesia, jargon kampanye yang Indonesia 'banget'


Hari ini (22/April), kayaknya mesti direkam dalam catatan blog ini. Mengapa? ya karena setalah nonton siaran langsung TVRI siang tadi, saya jadi punya ide buat nulis postingan ini. Mengutip tulisan dari jpnn, bahwa "Presiden mengatakan bahwa tujuan diluncurkannya logo tersebut adalah untuk menggugah rasa bangga terhadap produk Indonesia atau nasional, serta meningkatkan rasa percaya diri sebagai bangsa Indonesia." Wah kata-kata Pak SBY, kayaknya Indonesia 'banget'. 

Saya jadi teringat pesan bijak dari AA Gym. Apabila kita mau memulai suatu usaha atau kerjaan, kuncinya ada 3 hal. Pertama mulailah dari diri sendiri, kedua mulailah dari hal-hal yang paling kecil, dan ketiga mulailah pada saat ini juga. Jadi menurut saya kampanye Aku Cinta Indonesia yang dicanangkan pemerintah bagian dari kerjaan kita, ya kita harus mendukungnya. Caranya dukungnya gimana? kamu-kamu pastinya udah tau dong! contohnya aja waktu kita belanja produk fashion.

Nah biasanya kita masih tergantung dengan 'brand luar', contohnya nggak usah disebutin, ntar jadi promosi. Sekarang saatnya kita bantu proyek pemerintah dengan membeli produk dalam negeri. Apalagi kualitas produk kita udah mulai 'bicara', baik dari packaging design,  harga, sampe kualitas yang siap ekspor.  Nah sisi lain yang perlu kita cermati dari sebuan produk impor adalah label 'halal',  kalo itu produk yang harus kita konsumsi. Informasi soal halal ini juga bisa kamu baca disini atau untuk lebih halalguide.info Oh ya, soal logo Aku Cinta Indonesia, lengkapnya kamu baca disini. *

* By : Cekyan (Tulisan adalah opini penulis)

READ MORE - Aku Cinta Indonesia, jargon kampanye yang Indonesia 'banget'

Say No To Plastic, Pesan Sederhana Selamatkan Bumi

Browsing di internet akhirnya nemu gambar ini, wah pas nih sama judul postingan "Say No To Plastic, Pesan Sederhana Selamatkan Bumi" . Mengapa kita harus "Say No to Plastic", jawabnya simple aja, karena ini merupakan langkah sederhana buat penyelamatan bumi kita. Apa hubungannya antara plastik dan bumi?

Plastik yang selalu 'nempel' dalam kehidupan kita, contohnya aja pas belanja kita dapatnya plastik, mau 'bungkus' apa aja cari plastik. Nah di sini masalahnya plastik yang kita 'konsumsi' setiap hari tadi kahirnya balik ke 'tong sampah'. Faktanya limbah plastik tadi jadi ancaman terbesar bagi pemanasan global. Plastik juga merupakan penyumbang ketiga terbanyak yang dibuang setelah limbah organik dan kertas. Meski dari segi jumlah tidak tergolong banyak, limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang terbesar karena materialnya tidak mudah diurai oleh alam, baik oleh curah hujan dan panas matahari, maupun oleh mikroba tanah. Karena ringan, plastik akan cenderung terangkat ke permukaan ketika ditimbun sehingga mengotori lingkungan sekitar. Jika tercecer di badan air, plastik cenderung menyumbat aliran. Bila dibakar akan menimbulkan asap yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.
Berikut fakta seputar plastik yang saya salin dari http://akuinginhijau.org :
>> Diperkirakan 6.4 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahunnya di seluruh dunia (disadur dari data National Academy of Sciences)
>> Perkiraan lainnya juga mengatakan sebanyak 8 juta potong sampah masuk ke laut setiap harinya.
>> Lebih dari 80% sampah plastik di seluruh dunia langsung dibuang ke tempat sampah yang akhirnya ke laut tanpa di daur ulang
>> 90% dari seluruh sampah di laut adalah plastik
>> Lebih dari 1 juta binatang laut mati akibat plastik setiap tahunnya
>> Setiap tahun rata-rata orang menghabiskan 700 kantong plastik
>> Supermarket di seluruh dunia memberikan lebih dari 17 milyar kantong plastik setiap tahunnya.
>> Setiap tahun diperlukan 12 juta barel minyak serta 14 juta pohon untuk membuat semua plastik
>> Sampah plastik terbanyak adalah botol dan pembungkus plastik sebanyak 56% dimana 3/4 berasal dari perumahan
>> Orang Amerika menggunakan 2.5 juta botol plastik per jam!
    Perbandingan waktu daur ulang:
    Kaleng Aluminium ………… 300 tahun
    Botol Plastik ……… > 100 tahun
    Popok Bayi ………… 100 tahun
    Baterei ………… 100 tahun
    Cangkir plastik …………… 50 - 80 tahun
    Puntung rokok …………… 10 - 40 tahun
    Kantong Plastik ………… 10 - 20 tahun
    Minyak oli …………….. 10 tahun
    Kulit Jeruk ………… 6 bulan
    Kertas ………… 2 - 5 bulan
    Nah,  gimana blogger? apa sudah siap buat "Say No To Plastic" hari juga?


    by: Cekyan (Materi dan gambar dari berbagai sumber)
    READ MORE - Say No To Plastic, Pesan Sederhana Selamatkan Bumi

    Prakata

    Aku hanyalah orang biasa, di blog ini hanya ingin berbagi tentang hal-hal sederhana. Semua materi yang disajikan hanya untuk konsumsi pribadi. Tetapi, bagi teman-teman blogger yang tertarik dengan content yang ada silakan dicopy-paste.

    Artikel Terbaru

    Feedburner Tegakkan Sunnah™

    Tegakkan Sunnah™

    ↑ Tambahkan Headline ini pada Blog/Site kamu!


    Masukkan email kamu disini:

    Didukung oleh FeedBurner